Sabtu, 04 Mei 2019

Pemikiran ekonomi Islam klasik


PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM KLASIK

Sejarah pemikiran ekonomi Islam terbagi dalam empat fase, yaitu :

  • Fase 1 :Fase Pembangunan (Abad VI-XI/ Abad 1-V H)
  • Fase 2 : Fase Cemerlang (Abad XI-XV)
  • Fase 3 : Fase Kemunduran (Abad XV-XX/1446-1932M)
  • Fase 4 : Fase Institusionalisasi atau Pembangunan Kembali


Fase Pertama

1. Zaid bin Ali (sebelum 80H/738 M)
Zaid Bin ʻAlī berpandangan bahwa uang akan menghasilkan sesuatu melalui perniagaan.    Oleh sebab itu pandangannya terhadap transaksi jual beli secara kredit dengan harga lebih tinggi adalah sah karena yang terpenting adalah terwujudnya saling riḍā diantara kedua belahpihak.                                                                                                                                              Ia hanya menganggap bahwa keuntungan dari penjualan secara beransur merupakan murni bagian dari perniagaan dan tidak termasuk ribā dan merupakan jawaban dari permintaan pasar. Hal ini menjadi dasar penerapan konsep jual beli kredit dalam memenuhi keperluan bagi seluruh masyarakat. Asas penetapan akad harus diambil dari ayat al-Qurān dan al-Ḥadīth sebagai asas utama. Tetapi pada aktivitas ekonomi merujuk kepada dasar keadilan dan keseimbangan dalam memutuskan segala perkara.


2. Abu Hanifah (80-150H/699-767M)

murābaḥah adalah penjualan dengan margin dari harga beli yang disepakati dengan beberapa tambahan demi menciptakan keadilan.

Salah satu pemikirannya adalah tentang salam, yaitu bentuk transaksi dimana pihak penjual dan pembeli setuju bila barang akan dikirimkan setelah dibayar secara tunai pada waktu kontrak disepakati.
Dalam isu wakaf, Abu Hanifah berpendapat bahwa benda wakaf masih tetap milik wāqif. Wakaf dan pinjam meminjam memiliki kedudukan yang sama, jadi benda wakaf dapat dijual, diwariskan dan di hadiahkan kepada pihak lain, kecuali wakaf untuk masjid dan wakaf yang ditetapkan berdasarkan keputusan hakim, wakaf wasiat dan wakaf yang di ikrarkan.
Pemikiran Abu Hanifah terhadap zakat membawa konsep yang masih digunakan sehingga saat ini, yaitu mewajibkan zakat pada perhiasan emas dan perak. Orang yang berhutang tidak diwajibkan membayar zakat jika hutangnya lebih banyak daripada harta yang dimiliki.


3. Abu Yusuf (113-182H/731-798M)
Pemikiran Abū Yūsuf dalam buku beliau yang berjudul al-Kharāj, antara lain:                                                                                              (a) Segala aktivitas ekonomi, sarana serta kemudahan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah, namun jika manfaat dari segala sarana dan kemudahan itu hanya dapat dirasakan oleh pihak tertentu, maka orang tersebut dapat dikenakan biaya. Kemudian, demi terciptanya kesejahteraan masyarakat, negara berhak untuk membebankan pajak fa‘i ushur, jizyah  dan lain-lain sebagai pendapatan negara.                                                                                                                                                                            (b) Perpajakan, Abū Yūsuf mengganti praktik misāḥah (fixed tax) dengan muqāsamah (proportional tax), dikarenakan hal tersebut akan menindas dan mendzalimi rakyat miskin, dan menentang sistem Qābalah,                                                                                                                                                                                            (c) Dalam mekanisme harga, ia melarang penguasa menentukan harga suatu barang, karena menurutnya keadilan hanya terjadi jika harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar saja. Penjelesan Abū Yūsuf dalam mekanisme pasar dan nasihat kepada pemerintah tidak disertakan dengan pembahasan yang terperinci. Sejauh ini pemikiran Abū Yūsuf dijadikan rujukan dalam menerapkan konsep perpajakan di beberapa negara dunia. Ia telah menawarkan konsep maslahah yang shumul untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan


4. Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibani (132-189H/750-804M)

Hasil pemikirannya adalah tentang pendapatan dan belanja rumah tangga. Adanya pengklasifikasian terhadap perkerjaan, yaitu ijarah (sewa-menyewa), tijarah (perdagangan), zira’ah (pertanian) dan shina’ah (industri).

5.Ibnu Maskawaih (421H/1030M)

Hasil pemikirannya adalah tentang pertukaran dan peranan uang. Ia menyatakan bahwa benda yang dapat dijadikan mata uang adalah logam yang dapat diterima secara universal melalui konvensi, yaitu tahan lama, mudah dibawa, tidak mudah rusak, dikehendaki orang, dan orang senang melihatnya.


Fase Kedua

1.Al-Ghazali(451-505 H/ 1055- 1111 M ) 

Al-Ghazali memiliki padangan bahwa setiap manusia harus memenuhi keperluan hidupnya dan melaksanakan kewajiban beribadah kepada Allah. Al-Ghazālī memberikan peringatan  bahwa pemimpin harus menjamin kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Prinsip keadilan, apabila ada rakyat yang tidak mampu dalam membiayai kehidupannya, maka seluruh rakyat berkecukupan harus membantu meringankan bebannya. 

Pandangan Al-Ghazālī tentang pertukaran barang (barter), tidak efisien sistem barter dan kepentingan dan fungsi uang. 
Rafiq al-Mișrī memberikan satu tanggapan pada fungsi uang pada pemikiran Al-Ghazālī ialah sebagai dasar nilai, media pertukaran, dan nilai simpanan. Uang tidak boleh menjadi bahan pertukaran dengan wang it sendiri, kecuali dengan membelanjakan dengan barang yang kemudian barang tersebut dijual kembali dengan margin yang disepakati. 


2.Ibnu Taimiyah (661-728 H/1263-1328 M) 

Ibn Taimiyah menjelaskan 3 teori keadilan dalam aktivitas ekonomi, yaitu upah yang adil, keuntungan yang adil, dan harga yang adil. 
Konsep harga yang adil (justice price) yaitu tarif dimana orang menjual barangnya dengan secara umum dan diterima sebagai keseimbangan pada masa dan tempat yang khusus. 
Ibn Taimiyah memberikan teori yang masih digunakan dalam ekonomi modern yaitu konsep mekanisme pasar. 
Perubahan tingkat harga tidak selalu disebabkan oleh pelaku pasar, namun faktor kurangnya produksi atau turunnya jumlah impor barang. Ibn Taimiyyah menyatakan bahwa kenaikan permintaan barang yang tidak diikuti dengan kenaikan penawaran atau produksi barang akan mendorong kenaikan harga barang. 
Islahi juga menyatakan konsep Ibn Taimiyah tentang penetepan upah ini bertujuan untuk menghindari tindakan eksploitasi dari pihak penguasa terhadap pihak pekerja. Pernyataan ini menunjukkan teori penawaran dan permintaan tenaga kerja sehingga mempengaruhi kadar upah. Teori upah yang adil ini kemudian diadopsi oleh David Ricardo empat abad kemudian.


3.Ibnu Khaldun (732-845 H/ 1332-1406 M) 
Ibnu Khaldun membagi fenomena harga berdasarkan jenis barang,yaitu: 
barang kebutuhan dasar dan 
barang pelengkap. 
Menurutnya, apabila suatu pasar berkembang dan selanjutnya populasi bertambah (menjadi pasar besar), maka pengadaan barang-barang kebutuhan dasar akan mendapatkan keutamaan.


4. Al-Maqrizi (845H/1441M)
Hasil pemikirannya adalah tentang uang dan kenaikan harga-harga yang terjadi secara periodik dalam keadaan kelaparan. Al-Maqrizi pun mengatakan bahwa emas dan perak merupakan satu-satunya mata uang ang dapat dijadikan standar nilai sebagaimana yang telah ditentukan dalam syariah.


Fase Ketiga

1. Shah Wali Allāh Al-Ḍaḥlawi (1114-1176 H/1703-1763 M) 
Kajiannya mengenai faktor-faktor menurunnya pendapatan adalah karena faktor perbelanjaan pada produk yang kurang produktif dan peningkatan beban pajak atas orang-orang yang lemah. Pada akhirnya, Shah Wali Allāh menyatakan kerjasama telah membentuk dasar hubungan ekonomi yang manusiawi dan Islami. Kesimpulan dari hasil pemikiran beliau adalah kejujuran moral sangat diperlukan untuk membuat tatanan sosial ekonomi yang stabil dan seimbang.


2. Muhammad Iqbal (1289-1357 H/1873-1938 M)
Muhammad Iqbal memiliki pemikiran ekonomi Islam lebih kepada konsep-konsep umum. Ia melihat kelemahanan dari sistem kapitalis dan komunis. Dan ia mengambil sikap yang lebih baik dengan bersumber kepada al-Quran dan al-Hadith. 
Menurutnya, semangat Kapitalis, yaitu memupuk modal sebagai nilai dasar sistem ini dan bertentangan dengan semangat Islam. Demikian juga, semangat komunis banyak melakukan pemaksaan kepada masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Iqbal memperhatikan terhadap petani, buruh dan masyarakat lemah lainnya. Ia menganggap semangat kapitalis yang selalu mengeksploitasi menjadi asing bagi Islam. Ia menganggap bahawa pembentukan keadilan sosial merupakan salah satu bagian dari tugas pemerintahan Islam, dan memandang zakat sebagai potensi yang efektif untuk menciptakan masyarakat yang adil.


3. Muhammad Abduh (1266-1323 H/1849-1905 M)
Muhammad Abduh menyatakan demi kemaslahatan umum, Islam mewajibkan pemerintah untuk berperan dalam urusan ekonomi. Peranan yang diharapkan antara lain; mendirikan pabrik-pabrik untuk meningkatkan produksi, membuat lahan kerja baru, menentukan harga barang pokok dan menentukan kebijakan ekonomi.


Fase Keempat 

Pada fase ini telah lahir pemikir-pemikir ekonomi yang hasil pemikirannya telah menjadi acuan dalam kegiatan ekonomi syariah. 
- M Akhrim Khan
- M Abdul Mannan
- M Umar Caphra
- Khursyid Ahmad
- M Nejatullah








Sabtu, 20 April 2019


ALIRAN SISI PENAWARAN (SUPPLY SIDERS)

Pada akhir tahun 1974, perekonomian amerika pernah mengalami kemerosotan, karena kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ekspansif pada periode-periode sebelumnya. Amerika serikat mengalami inflasi tinggi. Dalam menghadapi inflasi yang semakin tinggi tersebut, pemerintah amerika serikat mencoba mengadopsi kebijaksanaan moneter yang baru. Sementara pemerintah masih berusaha mengontrol laju pertumbuhan uang untuk menekan inflasi.

A. Tokoh-tokoh aliran sisi penawaran
menurut harold mccure aliran penawaran memiliki kelompok antara lain kelompok utama dan kelompok radikal. Kelompok aliran utama diwakili oleh martin feldstein dari harvard university dan michael boskin dari stanford university. Kelompok ini menekankan perlunya insentif pajak dalam memacu pertumbuhan ekonomi lewat dampaknya terhadap tabungan dan investasi. Kelompok aliran utama banyak menganalisis dampak perubahan pajak terhadap penawaran labor serta damapak program keamanan sosial (social security) terhadap jumlah tabungan.

   Kelompok aliran sisi penawaran radikal pada intinya mengajukan dua preposisi yaitu pemotongan pajak akan memberi dampak besar terhadap produktivitas kerja sehingga secara total penerimaan dri pajak akan meningkat selanjutnya program pemotongan pajak akan memberi dampak positif dalam meningkatkan laju pertumbuhan output dan mengurangi inflasi.

B. Perbedaan pandangan keynesian dan monetaris
Aliran sisi penawaran percaya bahwa yang harus diberi perhatian utama bukan segi permintaan seperti yang dilakukan kubu keynesian maupun monetaris, melainkan sisi penawaran. Perubahan dalam titik pandang ini terjadi karena masalah ekonomi yang dihadapi tahun 80an berbeda dengan dihadapi pada amsa-masa sebelumnya, terutama pada masa keynes.
Menurut lipsey dan steiner (1981), ajaran yang dikembangkan oleh pemikir-pemikir aliran sisi penawaran ini persis sama dengan yang dinjurkan oleh adam smith dengan teori klasiknya. Hanya saja dengan versi yang lebih modern. Berbeda dengan kubu monetaris yang lebih suka mengunakan kebijakan moneter dan keynesian dengan mengunakan kebijakan fiskal. Robert a, mundel yg dapat juga disebut sebagai peletak dasar ekonomi sisi penawran. Mundel menawarkan penggunaan kombinasi kedua kebijakan fiskl dan moneter. Kebijakan moneter dilakukan dengan kebijakan uang ketat untuk bendung inflasi. Sementara itu, kebijkaan fiskal dilaksanakan dengan mengunakan program pengurangan pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang mandeg waktu itu. Saran mundel diatas kemudian menjadi dasar bagi berbagai kebijaksanaan ekonomi pada era pemerintahan ronald reagan di amerika serikat.

C. Program penurunan pajak dan anggaran berimbang
Kebijaksanaan yg dilancarkan  negara-negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC telah mengguncang perekonomian amerika serikat dua kali. Guncangan pertama terjadi pada tahun 1973/1974. Pada guncangan pertama, harga-harga minyak naik sampai empat kali lipat dalam sekejap. Guncangan kedua terjadi tahun 1979/1980juga oleh kenaikan harga-harga minyak. Akibat dari guncangan disisi penawaran tersebut, harga-harga jadi naik dan inflasi melambung.Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendorong kurva penawaran kesebelah kanan dalam upaya mempromosikan otput nasional sekaligus membuka ksempatan kerja dan menekan laju inflasi adalah sebagai berikut:
-Menurunkan tingkat pajak
-Mendorong masyarakat untuk lebih berani mengambil resiko dalam berusaha
-Mendorong mobilisasi angkatan kerja
-Mendorong masyarakat untuk lebih rajin menabung.


ALIRAN RATEX (RATIONAL EXPECTATIONS)

aliran ratex mirip dengan aliran kaum klasik, beroperasi dalam kerangka pemikiran pendekatan pasar bersih. Pandangan ratek bahwa kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah tidak akan memberikan hasil yang efektif di atas jelas sangat bertentangan dengan ajaran keynes.
 
A. Tokoh-tokoh ratex
   Tokoh-tokoh ratex cukup banyak anatara lain robert lucas dari chicago university, thomas sargeant neil wallace dari university of minnesota, robert barro dari university of rochester, leonard rapping, edward prescott, , steven sheffrin, john muth, dan banyak lagi yang lainnya.dari tokoh-tokoh diatas, robert lucas dianggap sebagai tokoh utama. Pada kenyataannya lucas tidak dapat dikatakan sebagai orang pertama, sebab ide tentang ekspektasi rasional ini sudah dikembangkan oleh john muth tahun 1961.
   Dalam pengembangan model-model ekonomi, pakar-pakar aliran ratex ini menggunakan beberapa preposisi, antara lain :bahwa orang atau unit-unit ekonomi akan membuat perkiraan (ekpektasi) orang mengunakan informasi pada nya secara efisien. Orang tidak mebuat kesalahn-keslahn sistematis dalam ekpektasi mereka, dan orang akan bereaksi secara rasional terhadap kebijaksanan-kebijaksanaan yang dilakukan demi kepentingan pribadi masing-masing. Aliran gelombang baru juga mengkritik teori keynes tentang pembentukan harga ekspektasi yang didasarkan pada perilaku masa lalu, bukan pada ekpektasi mereka tentang keadaan masa datang. Hipotesis keynes tentang fungsi konsumsi C=F(Y) ditolak, sebab dalam kenyataan pengeluaran konsusmsi (c) tidak hanya ditentukan oleh pendapatan (Y) sekarang atau pendapatan masa lalu. Dalam pengembangan model-model ekonomi, aliran gelombang baru ini mengunakan beberapa preposisi, antara lain : bahwa orang atau unit-unit ekonomi akan membuat perkiraan secara rasional, bahwa orang tidak akan membuat keslahn-kesalahan,  secara sistematis dalam ekpektasi mereka, dan bahwa orang akan bereaksi secara rasional terhadap kebijaksanan-kebijaksanaan yang dilkukan demi kepentingan pribadi masing-masing. Aliran ratex di satu sisi mempunyai kemiripan dngan alirn moneteris dan aliran sisi penawaran, sebab teori-teori yang dikembangkan mereka sama-sama dilandaskan pada pandangan-pandangan klasikyang bersifat non-interventionis.

B. Unsur ekpektasi dalam perekonomian
Karna adanya unsur ekpektasi dari pelaku-pelaku ekonomi, robert lucas dan leonard rapping mendukung sifat netral uang dan ketidakefektian kebijaksanaan pemerintah sebagaimana yang pernah dilansir oleh milton friedman dari aliran monetaris. Menurut mereka, kita tidak bisa mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi kalau pemerintah mengubah-ubah kebijaksanaannya. Ekpektasi atau ramalan tentang masa depn dibuat berdasarkan segala informasi yang ada padanya, apakah itu dari informasi pasar, kebijaksanaan pemerintah, perkembangan internasional dan sebagainya dalam masyarakat modern di era globalisasi ini, arus informasi semakin banyak.Setelah ekpektasi disusun, unit-unit ekonomi akan menggunakan informasi yang mereka peroleh untuk mengantisispasi setiap perubahan kebijaksanaan demi menyelamatkan kepentingan mereka masing-masing.tentu tidak semua langkah-langkah yang akan diambil pemerintah dapat diantisipasi secara tepat oleh pelaku-pelaku ekonoi. Dalam beberapa kasus mungkin ada langkah-langkah yang tidak terduga sama sekali oleh masyarakat. Sehingga dampak kebijaksanaan tersebut cukup berarti terhadap rencana pemerintahan.

C. Implikasi kebijaksanaan
Berbagai kebijaksanaan yang akan diambil akan menjadi tumpul jika seandainya kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut sudah di atisipasi secara tepat oleh mereka apa implikasi semua ini bagi kebijaksanaan pemerntah oleh karena itu kita tidak pernah tahu pasti siasat apa yang akan diamati oleh unit-unit pelaku ekonomi.
   Dengan pola pandang seperti disebutkan diatas, maka pakar-pakar ratex pada umumnya meragukan bahwa para ahli ekonomi cukuptahu bagaimana masyarakat akan bereaksi terhadap perubahan-perubahan kebijaksanaan yang dilakukan. Untuk itu, sebaiknya pemerintah tidak terlalu sering mengeluarkan kebijaksanaan yang macam-macam, sebab dampaknya akan di counter oleh para pelaku ekonomi yang dampaknya justru bisa merugikan.

D. Pro dan kontra
 Robert lucas dalam tulisannya some international evidence on output-inflation trade-offs (1973) menjelaskan tentang hubungan antara jumlah uang dengan siklus ekonomi. Untuk menjelaskan hubungan tersebut, ia menelaah dan meninjau kembali teori trade-offs antara penagngguran dan inflasi yang dikembangkan oleh phillips. Pendapat lucas di atas sangat menarik perhatian kalangan pakr-pakar ekonomi. Jika benar demikian, berarti kebijaksanaan moneter tidak ampuh digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi output dan kesempatan kerja.
   Dipihak lain, ada pula pakar yang meragukan preposisi lucas di atas, antara lain fredric mishkin dan robert gordon. Fredric mishkin menyangkal preposisi lucas dalam : does anticipatedmonetary policy matter? An econometric investigation (1982), sedangakan robert gordon menyangkalnya dalam price intertia and policy ineffectiveness in the united states 1890-1980 (1982). Miskhin dan gordon sama-sama meragukan preposisi lucas bahwa kebijaksanaan moneter secara sistematis tidak memberi dampak terhadap output. Pendapat yang agak netral datangdari robert king dan charles plosser. Dalam money, credit and prices in a real bussiness cycle model (1984). Mereka menjelaskan bahwa ada hubungan antara jumlah stok uang dengan output. Akan tetapi, tidak ada jaminan bahwa jumlah uang yang mempengaruhi output tersebut, dan sebaliknya.







PEMIKIRAN EKONOMI ALIRAN MONETARIS

Kaum monetaris, terutama Friedman, sangat berjasa dalam menekankan arti penting laju pertumbuhan uang terhadap aktivitas-aktivitas ekonomi. Dilihat dari upayanya tersebut ia dapat dianggap sangat berhasil.Sebab, sebagaimana diucapkan oleh pakar ekonomi makro Franco Modigliani: We are all monetarists now, dalam artian bahwa hampir semua pakar ekonomi masa sekarang percaya akan arti penting laju pertumbuhan stok uang dalam perekonomian. Pengaruh pandangan Friedman dalam kebijaksanaan ekonomi sangat besar. Hal ini dapat dilihat dan diadopsinya kebijaksanaan moneter barn oleh pemerintah Amerika Serikat (the Fed’s) tahun 1979.Friedman sangat anti dengan peran pemerintah yang kelewat besar dalam perekonomian. Jika penerimaan pemerintah terlalu besar maka otomatis pengeluarannya juga harus besar, padahal banyak program-program pemerintah dinilai tidak efektif dalam mencapai sasaran. Pengaruh pandangan Friedman di atas dapat dilihat dari program pemotongan pajak yang dilakukan pemerintahan Reagan tahun 1981. Pengaruh pandangan Friedman juga dirasakan di Indonesia, terlihat dari kebijaksanaan deregulasi dan debirokratisasi, yang pada intinya mengurangi cengkeraman pemerintah yang kelewat besar dalam perekonomian Indonesia.

POKOK-POKOK PEMIKIRAN ALIRAN MONETARIS
Ketidakberhasilan ajaran-ajaran Keynes dalam memecahkan masalah yg dihadapi melahirkan suatu aliran baru yg disebut “Aliran Monetaris” yg mengutamakan kebijaksanaan moneter dalam mengatasi kemelut ekonomi.Istilah ini pertamakali digunakan oleh Karl Brunner untuk menggambarkan berbagai studi dibidang ekonomi moneter & kebijaksanaan moneter.
Penekanan pokok pandangan monetaris terletak pada stok uang.Menurut Friedman, perubahan dlm jumlah uang beredar yang sangat besar pengaruhnya terhadap:Tingkat inflasi dlm jangka panjang. Perilaku Pendapatan Nasional Bruto riil dlm jangka panjang.
Friedman menyimpulkan secara umum laju pertumbuhan uang yg tinggi menyebabkan terjadinya booms & inflasi.Sementara itu, penurunan dlm laju pertumbuhan uang dapat menimbulkan resesi & kadang-kadang bahkan juga deflasi.

Aliran Monetaris sangat menarik untuk di bahas karena inti pokok pandangan golongan monetaris membahas tentang : 1. Sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional
2. Kebijaksanaan moneter
3. Pasok uang harus mencerminkan kebutuhan dunia usaha 
Perdebatan Aliran Monetaris dengan Keynesian antara lain :
Bagi kaum moneteris, jumlah uang beredar merupakan faktor penentu utama dari tingkat kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu perekonomian.Dalam jangka pendek (short run), jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja; sedangkan dalam jangka panjang (long run) jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat harga atau inflasi. Oleh karena pertumbuhan moneter sangat berpengaruh terhadap variabilitas, baik variabilitas dalam tingkat harga maupun pertumbuhan output (GNP), maka kebijakan moneter yang diambil pemerintah sedapat mungkin haruslah dapat menjamin terciptanya suatu tingkat pertumbuhan moneter atau jumlah uang beredar yang konstan dan tetap terkendali pada tingkat yang rendah.
Gagasan pokok dari aliran moneteris yang dianggap penting di antaranya adalah :
1. Dalam pertumbuhan jumlah uang beredarlah yang merupakan kunci dari stabilitas makroekonomi, dan bukan kebijakan makroekonomi aktif yang menimbulkan fluktuasi dalam pertumbuhan jumlah uang beredar yang menjadi penentu kestabilan makroekonomi.
2. Kebijakan fiskal itu sendiri memiliki pengaruh sistematis yang sangat kecil, baik terhadap pendapatan nasional riil maupun pendapatan nasional nominal; dan bahwa kebijakan fiskal (fiscal policy) bukanlah suatu sarana atau alat stabilisasi yang efektif.
Kelemahan Dan Kelebihan Aliran Monetaris
1.kebijakan moneter mungkin sangat tidak efektif.  Beberapa kekurangannya berasal dari asimetris kebijakan tersebut, perubahan dalam kecepatan (yang dapat menggagalkan kebijakan), dan ketidakpastian dari investasi yang diambil (terutama jika bukan bunga sensitif).
2.kebijakan uang ketat adalah sangat efektif guna mencegah pinjaman baru karena kelebihan cadangan dikurangi, namun kebijakan yang mudah sepertinya menjadi tidak efektif karena tambahan kelebihan cadangan tidak akan dipinjamkan ke luar oleh bank karena takut akan potensi kebangkrutan dari para peminjam selama masa resesi.  Dengan demikian, disarankan untuk tidak menggunakan kebijakan moneter, malah menggunakan kebijakan fiskal.
3. Kebijakan moneter mungkin digunakan baik untuk mengendalikan persediaan uang maupun tingkat suku bunga. Tetapi, keduanya tidak dapat dikendalikan pada waktu yang sama.  Dengan demikian hal tersebut menjadi dilema. 
Kelebihan :
1.Kaum monetaris mengatakan bahwa perekonomian cenderung berada pada keseimbangan tingkat output rendah yang disebabkan kurang ampuhnya mekanisme korektif untuk membawa pasar kembali pada posisi keseimbangan pemanfaatan sumber daya penuh.
2.Kaum monetaris menyatakan bahwa turunnya suku bunga akan mendorong investasi dan turunnya tingkat harga akan mendorong konsumsi melalui Pigou effect. Bagi kubu monetaris perekonomian cenderung berada dalam posisi keseimbangan, dimana sumber daya digunakan penuh.
3.Dalam usaha meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan dalam mengatasi pengangguran, kaum monetaris lebih menyukai kebijaksanaan moneter yang kontraktif. Intervensi pemerintah untuk meningkatkan output dengan menggunakan kebijaksanaan fiskal tidak disenangi Friedman. Misalnya ada usaha untuk meningkatkan output dengan menurunkan pajak.



Jumat, 15 Maret 2019

Aliran Institusional






BAB IX
ALIRAN SEJARAH (HISTORIS)


Pola pemikiran aliran sejarah didasarkan pada prespektif sejarah. Kerangka dasar teoritisnya dan pola pendekatan yang digunakan oleh aliran sejarah dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi sangat berbeda dan terpisah dari aliran utama (mainstream) yang berawal dari kaum klasik. 

A. SERANGAN TERHADAP METODE KLASIK
Pemikiran pemikiran klasik secara eksplisit mengakui bahwa manusia berdasarkan hakikatnya bersifat serakah (paham hedonisme). Paham ini kemudian dikembangkan menjadi paham utilitarianisme.

     Pandangan kaum klasik ,perekonomian diserahkan kepada kekuatan pasar, dimana setiap orang diberi kebebasan berbuat demi kepentingan masing-masing. Dan akhirnya melalui apa yang disebut invisible hand, akan tercipta suatu harmoni secara keseluruhan. 

Bagi pemikir-pemikir sejarah, fenomena-fenomena ekonomi merupakan produk perkembangan masayarakat secara keseluruhan sebagai hasil perjalanan sejarah, karena itu semua pemikiran, teori, dan kesimpulan ekonomi harus di landaskan pada empiris sejarah. 

B.TOKOH-TOKOH ALIRAN SEJARAH
1. Friedrich List (1789-1846)

       List mengatakan bahwa kita biasa mengambil kesimpulan tentang perkembangan suatu masyarakat dari data sejarah. Dari cara mereka berproduksi maka setiap kelompok masyarakat pada umumnya melewati tahap-tahap sejarah sebagai berikut:
a.) Tahap berburu dan menangkap ikan, atau tahap barbarian, yang berciri masayarakat primitif sebab kebutuhan dari apa yang disediakan oleh alam
b.) Zaman mengembala ataupastoral, yang mulai berternak tapi masih nomaden atau tidak menetap
c.) Zaman agraris, dimana masyarakat mulai menetap dan bertani secara subsisten
d.) Zaman bertani, menghasilkan industri manifaktur sederhana dan mulai melakukan perdagangan lokal
e) Masyarakat bertani, manufaktur lebih maju dan telah melakukan perdaganagan internasional.

2.Bruno Hildebrand (1812-1878)
Menurut Hildebrand , dilihat dari cara tiap kelompok masyarakat dalam melakukan tukar-menukar dan berdagang, kelompok masyarakat dapat dibedakan atas tingkatan-tingkatan sebagai berikut :
tukar-menukar secara in-natura atau barter
tukar-menukar dengan perantaraan uang
tukar-menukar dengan menggunakan kredit
3. Gustav von Schmoler (1839-1917)
4. Werner Sombart (1863-1941)
  a.) Tingkat pra-kapitalisme
  b.) Tingkat kapitalisme menengah
  c.) Tingkat kapitalisme tinggi
  d.) Tingkat kapitalisme akhir
5. Max Weber (1864-1920)
6. Henry Charles Carey (1793-1879)

Ia adalah seorang pemimpin gerakan proteksionis dari Amerika Serikat. Dalam karyanya: Principles of Social Science, Carey menekankan perlunya diversifikasi industri untuk menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas. Menurutnya suatu negara yang hanya mengandalkan pembangunan pada ekspor produk-produk pertanian dinilainya sebagai tindakan yang bodoh dan merugikan.


BAB X
AlirAL INSTITUSIONAL

A.Thorstein Bunde Veblen (1857-1929)
Veblen merupakan anak petani miskin yang melakukan imigrasi dari norwegia ke amerika.Latarbelakang kehidupan dan serba kekurangan ini yang menjadi pangkal tolak mengapa dalam kehidupannya ia sering bersikap skeptis,bahkan ada yang menilainya seorang fasis.
Gelar yang diberikan pada Veblen ialah maverick yang diartikan dengan orang yang suka”lain dari yang lain”.gelar ini biasanya diberikan kepada orang yang selalu berpijak pada pemikiran sendiri tanpa peduli dengan pemikiran-pemikiran umum.gelar lain yang diberikan pada Veblen ialah iconoclast yaitu orang yang suka menyerang dan ingin menjatuhkan ide-ide atau gagasan orang-orang institusi tradisional yang diterima secara umum.

B.Motivasi Konsumen
Dalam The theory of Leisure Class menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan dorongan dan pola prilaku konsumsi masyarakat.menurut Veblen,dulu prilaku orang terikat dengan masyarakat sekeliling.Orang dalam tingkah lakunya pun berusaha menyumbang terhadap pekembambangan masyarakat.orang berusaha menghindari perbuatan yang merugikan orang banyak.Namun,apa yang dilihatnya dalam masyarakat kapitalis finansial di Amerika ialah orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri saja,dan tidak terlalu tertarik dengan kepentingan bersama.

a. Masyarakat hanya mementingkan uang. Segala sesuatu dinilai dengan uang.

b. Jika harta terkumpul , orang punya banyak waktu untuk bersenang-senang
     (leasure)
c. Penyakit suka pamer cepat berjangkit dalam masyarakat.

d. Dengan harta berlimpah orang-oran membelanjakan uangnya secara tidak wajar.

e. Perilaku tersebut sangat dibenci oleh veblen karena membuat orang-orang manja yang akan menghambat kemajuan.

C.Perilaku pengusaha
Dalam buku : the theory of business enterprise, veblen lebih jauh menjelaskan tentang:

kemiripan perilaku pengusaha amerika dengann perilaku konsumsi
melihat bahwa pada masa sekarang semakin banyak dijumpai jenis pengusaha pemangsa (predator).
. Veblan melihat masyarakat amerika yg tumbuh begitu pesat telah melahirkan suatu golongan yang disebutnya absentee ownership.

golongan absentee ownership tersebut adalah para pengusaha yang memiliki modal besar dan mengusai sejumlah perusahaan, tetapi tidak ikut terjun langsung dalam kegiatan operasional perusahaan.
   D. TOKOK-TOKOH INSTITUSIONALIS LAINNYA
-Wesley Clair Mitchel (1874-1948) 
Yang merupakan murid, teman, dan sekaligus pengagum veblen. Berjasa dalm mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan pristiwa-peristiwa ekonomi . salah satu karya mitchel yaitu business cycles and their causes (1913). 
-Gunnar Karl Myrdal dari Swedia adlah pendukung aliran institusional. Ia banyak menulis buku An American Dilemna (1944); Value In Social Theory (1958) ; Challenge to Affluence(1963);  Asian Drama: An Inquiry into The Poverty of Nation(1968). Ia percaya bahwa pemikiran institusional sangat di perlukan dalam melaksanakan pembangunan di negara negara berkembang.

 E. DISKUSI
Veblen percaya bahwa tidak semua gejala dan perilaku ekonomi dapat dianalisis dengan kerangka pemikiran ekonomi-thok. Veblen menganjurkan agar ahli-ahli ekonomi perlu bekerja sama dengan para ahli di bidang-bidang lain terutama ahli sosiologi, politik, dan hukum.
Implikasi pemikiran aliran institusional, terutama dari pandangan North menyatakan bahwa perkembangan ekonomi hanya akan berjalan lancar jika ada aturan main ( rule of law ). Tanpa aturan main yang jelas perkembangan ekonomi akan kacau.