Sabtu, 20 April 2019


ALIRAN SISI PENAWARAN (SUPPLY SIDERS)

Pada akhir tahun 1974, perekonomian amerika pernah mengalami kemerosotan, karena kebijaksanaan fiskal dan moneter yang ekspansif pada periode-periode sebelumnya. Amerika serikat mengalami inflasi tinggi. Dalam menghadapi inflasi yang semakin tinggi tersebut, pemerintah amerika serikat mencoba mengadopsi kebijaksanaan moneter yang baru. Sementara pemerintah masih berusaha mengontrol laju pertumbuhan uang untuk menekan inflasi.

A. Tokoh-tokoh aliran sisi penawaran
menurut harold mccure aliran penawaran memiliki kelompok antara lain kelompok utama dan kelompok radikal. Kelompok aliran utama diwakili oleh martin feldstein dari harvard university dan michael boskin dari stanford university. Kelompok ini menekankan perlunya insentif pajak dalam memacu pertumbuhan ekonomi lewat dampaknya terhadap tabungan dan investasi. Kelompok aliran utama banyak menganalisis dampak perubahan pajak terhadap penawaran labor serta damapak program keamanan sosial (social security) terhadap jumlah tabungan.

   Kelompok aliran sisi penawaran radikal pada intinya mengajukan dua preposisi yaitu pemotongan pajak akan memberi dampak besar terhadap produktivitas kerja sehingga secara total penerimaan dri pajak akan meningkat selanjutnya program pemotongan pajak akan memberi dampak positif dalam meningkatkan laju pertumbuhan output dan mengurangi inflasi.

B. Perbedaan pandangan keynesian dan monetaris
Aliran sisi penawaran percaya bahwa yang harus diberi perhatian utama bukan segi permintaan seperti yang dilakukan kubu keynesian maupun monetaris, melainkan sisi penawaran. Perubahan dalam titik pandang ini terjadi karena masalah ekonomi yang dihadapi tahun 80an berbeda dengan dihadapi pada amsa-masa sebelumnya, terutama pada masa keynes.
Menurut lipsey dan steiner (1981), ajaran yang dikembangkan oleh pemikir-pemikir aliran sisi penawaran ini persis sama dengan yang dinjurkan oleh adam smith dengan teori klasiknya. Hanya saja dengan versi yang lebih modern. Berbeda dengan kubu monetaris yang lebih suka mengunakan kebijakan moneter dan keynesian dengan mengunakan kebijakan fiskal. Robert a, mundel yg dapat juga disebut sebagai peletak dasar ekonomi sisi penawran. Mundel menawarkan penggunaan kombinasi kedua kebijakan fiskl dan moneter. Kebijakan moneter dilakukan dengan kebijakan uang ketat untuk bendung inflasi. Sementara itu, kebijkaan fiskal dilaksanakan dengan mengunakan program pengurangan pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang mandeg waktu itu. Saran mundel diatas kemudian menjadi dasar bagi berbagai kebijaksanaan ekonomi pada era pemerintahan ronald reagan di amerika serikat.

C. Program penurunan pajak dan anggaran berimbang
Kebijaksanaan yg dilancarkan  negara-negara penghasil minyak yang tergabung dalam OPEC telah mengguncang perekonomian amerika serikat dua kali. Guncangan pertama terjadi pada tahun 1973/1974. Pada guncangan pertama, harga-harga minyak naik sampai empat kali lipat dalam sekejap. Guncangan kedua terjadi tahun 1979/1980juga oleh kenaikan harga-harga minyak. Akibat dari guncangan disisi penawaran tersebut, harga-harga jadi naik dan inflasi melambung.Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mendorong kurva penawaran kesebelah kanan dalam upaya mempromosikan otput nasional sekaligus membuka ksempatan kerja dan menekan laju inflasi adalah sebagai berikut:
-Menurunkan tingkat pajak
-Mendorong masyarakat untuk lebih berani mengambil resiko dalam berusaha
-Mendorong mobilisasi angkatan kerja
-Mendorong masyarakat untuk lebih rajin menabung.


ALIRAN RATEX (RATIONAL EXPECTATIONS)

aliran ratex mirip dengan aliran kaum klasik, beroperasi dalam kerangka pemikiran pendekatan pasar bersih. Pandangan ratek bahwa kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah tidak akan memberikan hasil yang efektif di atas jelas sangat bertentangan dengan ajaran keynes.
 
A. Tokoh-tokoh ratex
   Tokoh-tokoh ratex cukup banyak anatara lain robert lucas dari chicago university, thomas sargeant neil wallace dari university of minnesota, robert barro dari university of rochester, leonard rapping, edward prescott, , steven sheffrin, john muth, dan banyak lagi yang lainnya.dari tokoh-tokoh diatas, robert lucas dianggap sebagai tokoh utama. Pada kenyataannya lucas tidak dapat dikatakan sebagai orang pertama, sebab ide tentang ekspektasi rasional ini sudah dikembangkan oleh john muth tahun 1961.
   Dalam pengembangan model-model ekonomi, pakar-pakar aliran ratex ini menggunakan beberapa preposisi, antara lain :bahwa orang atau unit-unit ekonomi akan membuat perkiraan (ekpektasi) orang mengunakan informasi pada nya secara efisien. Orang tidak mebuat kesalahn-keslahn sistematis dalam ekpektasi mereka, dan orang akan bereaksi secara rasional terhadap kebijaksanan-kebijaksanaan yang dilakukan demi kepentingan pribadi masing-masing. Aliran gelombang baru juga mengkritik teori keynes tentang pembentukan harga ekspektasi yang didasarkan pada perilaku masa lalu, bukan pada ekpektasi mereka tentang keadaan masa datang. Hipotesis keynes tentang fungsi konsumsi C=F(Y) ditolak, sebab dalam kenyataan pengeluaran konsusmsi (c) tidak hanya ditentukan oleh pendapatan (Y) sekarang atau pendapatan masa lalu. Dalam pengembangan model-model ekonomi, aliran gelombang baru ini mengunakan beberapa preposisi, antara lain : bahwa orang atau unit-unit ekonomi akan membuat perkiraan secara rasional, bahwa orang tidak akan membuat keslahn-kesalahan,  secara sistematis dalam ekpektasi mereka, dan bahwa orang akan bereaksi secara rasional terhadap kebijaksanan-kebijaksanaan yang dilkukan demi kepentingan pribadi masing-masing. Aliran ratex di satu sisi mempunyai kemiripan dngan alirn moneteris dan aliran sisi penawaran, sebab teori-teori yang dikembangkan mereka sama-sama dilandaskan pada pandangan-pandangan klasikyang bersifat non-interventionis.

B. Unsur ekpektasi dalam perekonomian
Karna adanya unsur ekpektasi dari pelaku-pelaku ekonomi, robert lucas dan leonard rapping mendukung sifat netral uang dan ketidakefektian kebijaksanaan pemerintah sebagaimana yang pernah dilansir oleh milton friedman dari aliran monetaris. Menurut mereka, kita tidak bisa mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi kalau pemerintah mengubah-ubah kebijaksanaannya. Ekpektasi atau ramalan tentang masa depn dibuat berdasarkan segala informasi yang ada padanya, apakah itu dari informasi pasar, kebijaksanaan pemerintah, perkembangan internasional dan sebagainya dalam masyarakat modern di era globalisasi ini, arus informasi semakin banyak.Setelah ekpektasi disusun, unit-unit ekonomi akan menggunakan informasi yang mereka peroleh untuk mengantisispasi setiap perubahan kebijaksanaan demi menyelamatkan kepentingan mereka masing-masing.tentu tidak semua langkah-langkah yang akan diambil pemerintah dapat diantisipasi secara tepat oleh pelaku-pelaku ekonoi. Dalam beberapa kasus mungkin ada langkah-langkah yang tidak terduga sama sekali oleh masyarakat. Sehingga dampak kebijaksanaan tersebut cukup berarti terhadap rencana pemerintahan.

C. Implikasi kebijaksanaan
Berbagai kebijaksanaan yang akan diambil akan menjadi tumpul jika seandainya kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut sudah di atisipasi secara tepat oleh mereka apa implikasi semua ini bagi kebijaksanaan pemerntah oleh karena itu kita tidak pernah tahu pasti siasat apa yang akan diamati oleh unit-unit pelaku ekonomi.
   Dengan pola pandang seperti disebutkan diatas, maka pakar-pakar ratex pada umumnya meragukan bahwa para ahli ekonomi cukuptahu bagaimana masyarakat akan bereaksi terhadap perubahan-perubahan kebijaksanaan yang dilakukan. Untuk itu, sebaiknya pemerintah tidak terlalu sering mengeluarkan kebijaksanaan yang macam-macam, sebab dampaknya akan di counter oleh para pelaku ekonomi yang dampaknya justru bisa merugikan.

D. Pro dan kontra
 Robert lucas dalam tulisannya some international evidence on output-inflation trade-offs (1973) menjelaskan tentang hubungan antara jumlah uang dengan siklus ekonomi. Untuk menjelaskan hubungan tersebut, ia menelaah dan meninjau kembali teori trade-offs antara penagngguran dan inflasi yang dikembangkan oleh phillips. Pendapat lucas di atas sangat menarik perhatian kalangan pakr-pakar ekonomi. Jika benar demikian, berarti kebijaksanaan moneter tidak ampuh digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi output dan kesempatan kerja.
   Dipihak lain, ada pula pakar yang meragukan preposisi lucas di atas, antara lain fredric mishkin dan robert gordon. Fredric mishkin menyangkal preposisi lucas dalam : does anticipatedmonetary policy matter? An econometric investigation (1982), sedangakan robert gordon menyangkalnya dalam price intertia and policy ineffectiveness in the united states 1890-1980 (1982). Miskhin dan gordon sama-sama meragukan preposisi lucas bahwa kebijaksanaan moneter secara sistematis tidak memberi dampak terhadap output. Pendapat yang agak netral datangdari robert king dan charles plosser. Dalam money, credit and prices in a real bussiness cycle model (1984). Mereka menjelaskan bahwa ada hubungan antara jumlah stok uang dengan output. Akan tetapi, tidak ada jaminan bahwa jumlah uang yang mempengaruhi output tersebut, dan sebaliknya.







PEMIKIRAN EKONOMI ALIRAN MONETARIS

Kaum monetaris, terutama Friedman, sangat berjasa dalam menekankan arti penting laju pertumbuhan uang terhadap aktivitas-aktivitas ekonomi. Dilihat dari upayanya tersebut ia dapat dianggap sangat berhasil.Sebab, sebagaimana diucapkan oleh pakar ekonomi makro Franco Modigliani: We are all monetarists now, dalam artian bahwa hampir semua pakar ekonomi masa sekarang percaya akan arti penting laju pertumbuhan stok uang dalam perekonomian. Pengaruh pandangan Friedman dalam kebijaksanaan ekonomi sangat besar. Hal ini dapat dilihat dan diadopsinya kebijaksanaan moneter barn oleh pemerintah Amerika Serikat (the Fed’s) tahun 1979.Friedman sangat anti dengan peran pemerintah yang kelewat besar dalam perekonomian. Jika penerimaan pemerintah terlalu besar maka otomatis pengeluarannya juga harus besar, padahal banyak program-program pemerintah dinilai tidak efektif dalam mencapai sasaran. Pengaruh pandangan Friedman di atas dapat dilihat dari program pemotongan pajak yang dilakukan pemerintahan Reagan tahun 1981. Pengaruh pandangan Friedman juga dirasakan di Indonesia, terlihat dari kebijaksanaan deregulasi dan debirokratisasi, yang pada intinya mengurangi cengkeraman pemerintah yang kelewat besar dalam perekonomian Indonesia.

POKOK-POKOK PEMIKIRAN ALIRAN MONETARIS
Ketidakberhasilan ajaran-ajaran Keynes dalam memecahkan masalah yg dihadapi melahirkan suatu aliran baru yg disebut “Aliran Monetaris” yg mengutamakan kebijaksanaan moneter dalam mengatasi kemelut ekonomi.Istilah ini pertamakali digunakan oleh Karl Brunner untuk menggambarkan berbagai studi dibidang ekonomi moneter & kebijaksanaan moneter.
Penekanan pokok pandangan monetaris terletak pada stok uang.Menurut Friedman, perubahan dlm jumlah uang beredar yang sangat besar pengaruhnya terhadap:Tingkat inflasi dlm jangka panjang. Perilaku Pendapatan Nasional Bruto riil dlm jangka panjang.
Friedman menyimpulkan secara umum laju pertumbuhan uang yg tinggi menyebabkan terjadinya booms & inflasi.Sementara itu, penurunan dlm laju pertumbuhan uang dapat menimbulkan resesi & kadang-kadang bahkan juga deflasi.

Aliran Monetaris sangat menarik untuk di bahas karena inti pokok pandangan golongan monetaris membahas tentang : 1. Sebab terjadinya perubahan pendapatan nasional
2. Kebijaksanaan moneter
3. Pasok uang harus mencerminkan kebutuhan dunia usaha 
Perdebatan Aliran Monetaris dengan Keynesian antara lain :
Bagi kaum moneteris, jumlah uang beredar merupakan faktor penentu utama dari tingkat kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu perekonomian.Dalam jangka pendek (short run), jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja; sedangkan dalam jangka panjang (long run) jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat harga atau inflasi. Oleh karena pertumbuhan moneter sangat berpengaruh terhadap variabilitas, baik variabilitas dalam tingkat harga maupun pertumbuhan output (GNP), maka kebijakan moneter yang diambil pemerintah sedapat mungkin haruslah dapat menjamin terciptanya suatu tingkat pertumbuhan moneter atau jumlah uang beredar yang konstan dan tetap terkendali pada tingkat yang rendah.
Gagasan pokok dari aliran moneteris yang dianggap penting di antaranya adalah :
1. Dalam pertumbuhan jumlah uang beredarlah yang merupakan kunci dari stabilitas makroekonomi, dan bukan kebijakan makroekonomi aktif yang menimbulkan fluktuasi dalam pertumbuhan jumlah uang beredar yang menjadi penentu kestabilan makroekonomi.
2. Kebijakan fiskal itu sendiri memiliki pengaruh sistematis yang sangat kecil, baik terhadap pendapatan nasional riil maupun pendapatan nasional nominal; dan bahwa kebijakan fiskal (fiscal policy) bukanlah suatu sarana atau alat stabilisasi yang efektif.
Kelemahan Dan Kelebihan Aliran Monetaris
1.kebijakan moneter mungkin sangat tidak efektif.  Beberapa kekurangannya berasal dari asimetris kebijakan tersebut, perubahan dalam kecepatan (yang dapat menggagalkan kebijakan), dan ketidakpastian dari investasi yang diambil (terutama jika bukan bunga sensitif).
2.kebijakan uang ketat adalah sangat efektif guna mencegah pinjaman baru karena kelebihan cadangan dikurangi, namun kebijakan yang mudah sepertinya menjadi tidak efektif karena tambahan kelebihan cadangan tidak akan dipinjamkan ke luar oleh bank karena takut akan potensi kebangkrutan dari para peminjam selama masa resesi.  Dengan demikian, disarankan untuk tidak menggunakan kebijakan moneter, malah menggunakan kebijakan fiskal.
3. Kebijakan moneter mungkin digunakan baik untuk mengendalikan persediaan uang maupun tingkat suku bunga. Tetapi, keduanya tidak dapat dikendalikan pada waktu yang sama.  Dengan demikian hal tersebut menjadi dilema. 
Kelebihan :
1.Kaum monetaris mengatakan bahwa perekonomian cenderung berada pada keseimbangan tingkat output rendah yang disebabkan kurang ampuhnya mekanisme korektif untuk membawa pasar kembali pada posisi keseimbangan pemanfaatan sumber daya penuh.
2.Kaum monetaris menyatakan bahwa turunnya suku bunga akan mendorong investasi dan turunnya tingkat harga akan mendorong konsumsi melalui Pigou effect. Bagi kubu monetaris perekonomian cenderung berada dalam posisi keseimbangan, dimana sumber daya digunakan penuh.
3.Dalam usaha meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan dalam mengatasi pengangguran, kaum monetaris lebih menyukai kebijaksanaan moneter yang kontraktif. Intervensi pemerintah untuk meningkatkan output dengan menggunakan kebijaksanaan fiskal tidak disenangi Friedman. Misalnya ada usaha untuk meningkatkan output dengan menurunkan pajak.