Jumat, 15 Maret 2019

Aliran Institusional






BAB IX
ALIRAN SEJARAH (HISTORIS)


Pola pemikiran aliran sejarah didasarkan pada prespektif sejarah. Kerangka dasar teoritisnya dan pola pendekatan yang digunakan oleh aliran sejarah dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi sangat berbeda dan terpisah dari aliran utama (mainstream) yang berawal dari kaum klasik. 

A. SERANGAN TERHADAP METODE KLASIK
Pemikiran pemikiran klasik secara eksplisit mengakui bahwa manusia berdasarkan hakikatnya bersifat serakah (paham hedonisme). Paham ini kemudian dikembangkan menjadi paham utilitarianisme.

     Pandangan kaum klasik ,perekonomian diserahkan kepada kekuatan pasar, dimana setiap orang diberi kebebasan berbuat demi kepentingan masing-masing. Dan akhirnya melalui apa yang disebut invisible hand, akan tercipta suatu harmoni secara keseluruhan. 

Bagi pemikir-pemikir sejarah, fenomena-fenomena ekonomi merupakan produk perkembangan masayarakat secara keseluruhan sebagai hasil perjalanan sejarah, karena itu semua pemikiran, teori, dan kesimpulan ekonomi harus di landaskan pada empiris sejarah. 

B.TOKOH-TOKOH ALIRAN SEJARAH
1. Friedrich List (1789-1846)

       List mengatakan bahwa kita biasa mengambil kesimpulan tentang perkembangan suatu masyarakat dari data sejarah. Dari cara mereka berproduksi maka setiap kelompok masyarakat pada umumnya melewati tahap-tahap sejarah sebagai berikut:
a.) Tahap berburu dan menangkap ikan, atau tahap barbarian, yang berciri masayarakat primitif sebab kebutuhan dari apa yang disediakan oleh alam
b.) Zaman mengembala ataupastoral, yang mulai berternak tapi masih nomaden atau tidak menetap
c.) Zaman agraris, dimana masyarakat mulai menetap dan bertani secara subsisten
d.) Zaman bertani, menghasilkan industri manifaktur sederhana dan mulai melakukan perdagangan lokal
e) Masyarakat bertani, manufaktur lebih maju dan telah melakukan perdaganagan internasional.

2.Bruno Hildebrand (1812-1878)
Menurut Hildebrand , dilihat dari cara tiap kelompok masyarakat dalam melakukan tukar-menukar dan berdagang, kelompok masyarakat dapat dibedakan atas tingkatan-tingkatan sebagai berikut :
tukar-menukar secara in-natura atau barter
tukar-menukar dengan perantaraan uang
tukar-menukar dengan menggunakan kredit
3. Gustav von Schmoler (1839-1917)
4. Werner Sombart (1863-1941)
  a.) Tingkat pra-kapitalisme
  b.) Tingkat kapitalisme menengah
  c.) Tingkat kapitalisme tinggi
  d.) Tingkat kapitalisme akhir
5. Max Weber (1864-1920)
6. Henry Charles Carey (1793-1879)

Ia adalah seorang pemimpin gerakan proteksionis dari Amerika Serikat. Dalam karyanya: Principles of Social Science, Carey menekankan perlunya diversifikasi industri untuk menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas. Menurutnya suatu negara yang hanya mengandalkan pembangunan pada ekspor produk-produk pertanian dinilainya sebagai tindakan yang bodoh dan merugikan.


BAB X
AlirAL INSTITUSIONAL

A.Thorstein Bunde Veblen (1857-1929)
Veblen merupakan anak petani miskin yang melakukan imigrasi dari norwegia ke amerika.Latarbelakang kehidupan dan serba kekurangan ini yang menjadi pangkal tolak mengapa dalam kehidupannya ia sering bersikap skeptis,bahkan ada yang menilainya seorang fasis.
Gelar yang diberikan pada Veblen ialah maverick yang diartikan dengan orang yang suka”lain dari yang lain”.gelar ini biasanya diberikan kepada orang yang selalu berpijak pada pemikiran sendiri tanpa peduli dengan pemikiran-pemikiran umum.gelar lain yang diberikan pada Veblen ialah iconoclast yaitu orang yang suka menyerang dan ingin menjatuhkan ide-ide atau gagasan orang-orang institusi tradisional yang diterima secara umum.

B.Motivasi Konsumen
Dalam The theory of Leisure Class menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan dorongan dan pola prilaku konsumsi masyarakat.menurut Veblen,dulu prilaku orang terikat dengan masyarakat sekeliling.Orang dalam tingkah lakunya pun berusaha menyumbang terhadap pekembambangan masyarakat.orang berusaha menghindari perbuatan yang merugikan orang banyak.Namun,apa yang dilihatnya dalam masyarakat kapitalis finansial di Amerika ialah orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri saja,dan tidak terlalu tertarik dengan kepentingan bersama.

a. Masyarakat hanya mementingkan uang. Segala sesuatu dinilai dengan uang.

b. Jika harta terkumpul , orang punya banyak waktu untuk bersenang-senang
     (leasure)
c. Penyakit suka pamer cepat berjangkit dalam masyarakat.

d. Dengan harta berlimpah orang-oran membelanjakan uangnya secara tidak wajar.

e. Perilaku tersebut sangat dibenci oleh veblen karena membuat orang-orang manja yang akan menghambat kemajuan.

C.Perilaku pengusaha
Dalam buku : the theory of business enterprise, veblen lebih jauh menjelaskan tentang:

kemiripan perilaku pengusaha amerika dengann perilaku konsumsi
melihat bahwa pada masa sekarang semakin banyak dijumpai jenis pengusaha pemangsa (predator).
. Veblan melihat masyarakat amerika yg tumbuh begitu pesat telah melahirkan suatu golongan yang disebutnya absentee ownership.

golongan absentee ownership tersebut adalah para pengusaha yang memiliki modal besar dan mengusai sejumlah perusahaan, tetapi tidak ikut terjun langsung dalam kegiatan operasional perusahaan.
   D. TOKOK-TOKOH INSTITUSIONALIS LAINNYA
-Wesley Clair Mitchel (1874-1948) 
Yang merupakan murid, teman, dan sekaligus pengagum veblen. Berjasa dalm mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan pristiwa-peristiwa ekonomi . salah satu karya mitchel yaitu business cycles and their causes (1913). 
-Gunnar Karl Myrdal dari Swedia adlah pendukung aliran institusional. Ia banyak menulis buku An American Dilemna (1944); Value In Social Theory (1958) ; Challenge to Affluence(1963);  Asian Drama: An Inquiry into The Poverty of Nation(1968). Ia percaya bahwa pemikiran institusional sangat di perlukan dalam melaksanakan pembangunan di negara negara berkembang.

 E. DISKUSI
Veblen percaya bahwa tidak semua gejala dan perilaku ekonomi dapat dianalisis dengan kerangka pemikiran ekonomi-thok. Veblen menganjurkan agar ahli-ahli ekonomi perlu bekerja sama dengan para ahli di bidang-bidang lain terutama ahli sosiologi, politik, dan hukum.
Implikasi pemikiran aliran institusional, terutama dari pandangan North menyatakan bahwa perkembangan ekonomi hanya akan berjalan lancar jika ada aturan main ( rule of law ). Tanpa aturan main yang jelas perkembangan ekonomi akan kacau.